Kepiawaian mengatur napas adalah salah satu syarat mutlak bagi siapapun untuk menjadi seorang penyanyi profesional. Ternyata, kegiatan-kegiatan semacam paduan suara yang sangat mengandalkan teknik pengaturan nafas ini, tidaklah hanya berfungsi untuk menciptakan hasil suara yang merdu dan lantang, tetapi lebih dari itu pengaturan nafas sangatlah membantu kita dalam menjaga kesehatan Paru-paru.
Selain itu, Prof Hancox yang juga pendiri Skylark, semacam yayasan untuk penderita Parkinson juga mengakui manfaatnya bagi penyakit tersebut. Gangguan saraf yang dialami para penderita Parkinson berkurang, tampak dari kemampuannya mengontrol otot pita suara.
Penelitian resmi mengenai efek paduan suara bagi penderita masalah pernapasan memang belum banyak dilakukan. Saat ini, Prof Hancox baru merancang penelitian serupa untuk penderita Penyakit Pru Obstruktif Kronik (PPOK) yang rencananya akan berlangsung 10 bulan.
Sejumlah relawan dengan gangguan PPOK direkrut untuk penelitian itu dan akan terus dimonitor perubahan pada fungsi paru-parunya. Di awal penelitian, penderita PPOK umumnya memiliki napas pendek karena kemampuan paru-paru untuk menampung udara sangat terbatas.
Dalam kaitannya dengan pernapasan, aktivitas menyanyi sudah lama dikaitkan dengan peningkatan volume oksigen di paru-paru. Sebuah penelitian lain di Swedia pernah mengungkap, peningkatan volume oksigen saat bernyanyi dapat meningkatkan produksi hormon senang seperti oksitosin.
Peningkatan hormon oksitosin memang tidak secara langsung memperbaiki fungsi paru-paru. Namun ketika hormon ini meningkat, kadar stres berkurang dan tekanan darah menjadi lancar sehingga distribusi oksigen dari paru-paru ke organ lain menjadi lebih baik.
"Sudah banyak contoh dokter yang meresepkan olahraga sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit. Saya pikir, mengapa tidak meresepkan bernyanyi juga?" ungkap Prof Hancox seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (13/8/2011).
Sumber: detikhealth

No comments:
Post a Comment